• MTSS JEUMALA AMAL
  • Where Tomorrow's Leaders Come Together

PERGI BERTAMASYA

 

PERGI BERTAMASYA

Karya Zalfa Maulannisa’

Murid Kelas VIII-F MTsS Jeumala Amal

Suara riuh selalu terdengar dari sebuah rumah sederhana di pinggir jalan. Itu adalah suara dari Elika, anak berumur 7 tahun sedang merengek-rengek meminta dibelikan sepatu baru kepada ibunya bernama Sumarni.

"Kumohon, Ibu, kumohon….!” Rengek Elika.

"Tidak Elika, Ibu sudah bilang kan, baru seminggu yang lalu ibu membelimu sepatu baru…!" Ibu Semarni berkata.

"Tapi sepatu yang ibu belikan itu sudah tidak model lagi, kumohon ibu" Kata Elika masih merengek-rengek kepada ibunya.

Suara Alika telah mengganggu konsentrasi abangnya Drowo, yang sedang menyelesaikan tugas sekolahnya. Drowo adalah abang Elika yang terpaut tiga tahun.  

"Elika…,! Bisa tidak kamu tidak membuat keributan satu hari saja…,? Kata abangnya Drowo

“Kamu telah membuat para tetangga merasa terganggu tahu….!" Sambung Drowo.

"Saya tahu kok…!, Memangnya kenapa…?" Jawab Elika setengah berteriak.

"Bilang saja Abang Drowo yang terganggu….!" Sambung Elika kesal.

Maka pada saat itu perang mulutpun terjadi, Elika dan Drowo saling melemparkan kata-kata, sehingga membuat suara ribut terdengar sampai ke jalan raya. Lalu tak lama kemudian seseorang mengetuk pintu rumahnya.

"Assalamualaikum….!" Seseorang terdengar memberi salam sambil mengetuk pintu.

Mendengar ketukan pintu, Drowo dan Erika langsung berhenti bertengkar. Mereka malah berebut untuk membukakan pintu lebih dahulu. Namanya juga kakak beradik, walaupun sering bertengkar, tetapi mereka bisa akur dalam sekejap. Ketika pintu rumah terbuka, mereka melihat sosok wajah seorang ibu-ibu bernama Suci. Mereka berdua tidak merasa asing dengan wajahnya, namun tidak mengingatnya lagi. Mereka berdua hanya senyam senyum saja kepada Ibu Suci.

Ibu Suci teman sebayanya Ibu Sumarni. Dulunya tinggal di dalam satu komplek. Rumahnya berada di ujung lorong yang saat itu sudah kosong. Dulu ibu Suci dan Ibu Sumarni sering saling berkunjung ke rumah, namun semenjak suami Ibu Suci pindah tugas ke luar kota, mereka pindah tempat tinggal di kota, sehingga semenjak itu mereka tidak pernah bertemu lagi. Ibu Suci dan keluarga baru saja pulang dua hari yang lalu ke desanya karena kedua anak-anaknya sedang libur sekolah.

"Ibu ada di dalam...?" Tanya Ibu Suci

"Oh ibu ada di kamar, Kenapa ya…?" Tanya Elika.

"Bisa tolong panggilkan ibu sebentar?" Pinta Ibu Suci.

"Sebentar ya,,,!" Kata Erika sambil berlalu, sementara Drowo kembali ke kamarnya untuk menyelesaikan pekerjaan rumahnya.

"Ibu…!, ibu…,! ibu....!" Panggil Erika sambil mengetuk pintu kamar ibunya.

Ibu Sumarni langsung membukakan pintu dan bertanya.

"Ada apa Erika…!" Tanya Ibu.

"Di luar ada seseorang yang mencari ibu....!" Jawab Erika sambil menunjuk ke arah pintu depan rumah.

Mendengar hal itu, ibu Sumarni bergegas menuju ke pintu depan rumah. Ketika melihat sosok yang sedang berdiri di luar, Ia langsung menyapa.

"Eh Ibu Suci, sudah lama tidak berkunjung kemari….!" Sapa ibu Sumarni ramah.

“Kapan pulang ke sini….?” Tanya ibu Sumarni lebih lanjut.

"Iya, sudah lama kita tidak bertemu…!, Kami baru pulang dua hari yang lalu." Kata ibu Suci tersenyum ramah.

"Jangan di luar lah, ayo kita masuk ke dalam….!" Ajak ibu Sumarni sambil membukakan pintu lebar-lebar.

"Terima kasih…!" Kata ibu Suci sambil memasuki rumah.

Ibu Suci duduk di atas sofa ruang tamu ketika Ibu Sumani mempersilahkannya. Setelah duduk, Ibu Suci melihat-lihat sekelilingnya seolah-olah mencari seseorang, kemudian Ia bertanya.

“Yang tadi membukakan pintu adalah Elika dan Drowo ya…?” Tanya Ibu Suci.

“Iya, Sari belum pulang dari tempat kawannya….!” Jelas Ibu Sumarni menyebutkan nama anaknya yang pertama.

“Sudah besar-besar ya…!” kata Ibu Suci.

Ibu Sumarni hanya mengangguk sambil tersenyum.

“Oya, Santi dan Mina kenapa tidak dibawa serta…?” Tanya Ibu Sumarni.

“Saya ada mengajak mereka, tetapi mereka belum bisa ikut, karena sedang membantu Pak Musninya bersih-bersih rumah…!” Jelas Ibu Suci.

Santi dan Mina adalah anaknya Ibu Suci, Santi sebaya dengan Elika, sedangkan Mina dua tahun dibawahnya. Dulu mereka sering bermain bersama.

"Sebentar ya, saya buatkan minuman dulu…!" kata ibu Sumarni sambil menuju ke dapur.

"Iya, tidak perlu repot-repot....!" Kata ibu suci.

Tidak lama kemudian, ibu Sumarni muncul sambil membawakan dua gelas teh hangat menggunakan baki. Setelah meletakkan tehnya di depan ibu Suci, ibu Sumarni mempersilahkan ia untuk meminumnya.

"Wah, rasa tehnya masih seperti dulu ya....! Kata ibu Suci setelah meminumnya seteguk.

"Biasa saja kok,,,,!” Kata ibu Sumarni ikut tersenyum sambil meminum tehnya juga seteguk demi seteguk. Mereka mengobrol ceria dan bercerita banyak, ibu Suci kemudian berkata.

"Begini, sebenarnya saya datang ke sini ingin mengajak keluarga ibu Sumarni untuk pergi bertamasya bersama,,,!” Ajak ibu Suci.

"Kalau masalah itu saya harus memikirkan terlebih dahulu,,,,!" Jawab ibu Sumarni santai.

Saat itu ibu Sumarni masih berpikir bahwa hal itu harus diberitahukan kepada suami dan anak-anaknya terlebih dahulu.

"Saya sangat setuju, tapi sebelumnya, saya juga harus memberitahukan terlebih dahulu kepada suami Saya…!" Jelas ibu Sumarni kepada ibu Suci.

"Tidak masalah ibu Sumarni, nanti saja diberitahukan lagi,,,!” Kata ibu Suci.

"Baiklah kalau begitu, nanti setelah saya bertanya kepada ayah dan anak-anak, saya akan memberitahukan lagi  kepada ibu Suci,,,! Kata ibu Sumarni.

"Lalu kapan kita akan bertamasya...?” Tanya ibu Sumarni kepada ibu Suci.

"Kita merencanakan pada hari minggu lusa…!, " Jelas ibu Suci.

"Baiklah, saya setuju....!" Kata ibu Sumarni.

"Berarti hari Minggu kita akan pergi bertamasya bersama-sama,....!" Kata ibu Sumarni meyakinkan.

"Iya, insya Allah, kita masih bisa mempersiapkan diri selama dua hari lagi...!" Kata ibu Suci.

"Kalau begitu saya pamit dulu, ibu Sumarni...!”  Kata ibu Suci sambil berdiri dari tempat duduknya.

"Eh…kok buru-buru,,,!” Kata Ibu Sumarni basa basi.

“Insyaallah, Hari Minggu kita berjumpa lagi…!" Lanjut ibu Sumarni sambil mengantarkan ibu Suci keluar dari rumah.

Ketika ibu Suci tidak nampak lagi dari penglihatannya, ibu Sumarni langsung masuk ke dalam rumah dan menutup kembali pintunya. Saat hendak berbalik menuju kamarnya, ia ditodong beberapa pertanyaan oleh Elisa dan Drowo yang sudah berdiri di hadapannya. Ternyata mereka berdua ikut mendengar pembicaraan Ibunya dengan tamunya Ibu Suci.

"Ibu, kita akan bertamasya ya…?" Tanya Erika kegirangan.

"Saya ikut juga ibu ya…!" Kata Drowo bersemangat.

"Iya, kita akan bertamasya di hari minggu,,,,!" Jawab ibu Sumarni sambil berlalu menuju ke kamarnya.

"Ayah ikut juga kan...!" Tanya Elisa.

"Belum tahu, nanti kalau ayah pulang, kita bisa menanyakannya....!" Kata ibu Sumarni dari dalam kamarnya.

Suasana di rumah menjadi sunyi, Elika balik lagi ke ruang keluarga di bagian belakang. Ia melanjutkan menonton televisi di sana, sementara Drowo melanjutkan membuat pekerjaan rumah yang tadi belum diselesaikan. Suasana hening, hanya sesekali terdengar suara cekikikan kecil dari Elisa, ternyata dia sedang menonton film kartun Tom and Jerry.

Lima belas menit kemudian, Drowo mendengar suara kendaraan memasuki pekarangan rumahnya, Drowo langsung mengenal suara sepeda motor tersebut, bahwa itu ayahnya, Pak Musni.  Elika juga sudah mendengar suara sepeda motor, lalu bergegas ke ruang tamu untuk menjumpai ayahnya.

"Assalamualaikum...!" Kata Pak Musni memberi salam sambil memasuki ke dalam rumah.

"Waalaikumsalam,,,," Jawab Drowo dan Erika hampir bersamaan. Drowo sudah membenahi buku-bukunya dan ikut berdiri di samping Erika.

“Eh,,,ada apa ini…?, Kalian ingin menanyakan sesuatu kepada Ayah…?” Tanya Pak Musni sambil tersenyum. Ia sudah bisa menduga pasti ada sesuatu yang ingin disampaikan oleh kedua anaknya.

"Ayah, hari minggu ikut bertamasya dengan kami ya....!" Ajak Elika.

“Iya, Ayah ikut ya…!” Timpal Drowo.

Pak Musni saat itu masih kebingungan, hanya diam sebentar memikirkan jawabannya, namun sebelum ia mengucapkan sesuatu, Elisa langsung mengerengek supaya ayahnya ikut bertamasya pada hari minggu.

"Ayah ikut bertamasya hari minggu ini ya,,,! Ulang Elika.

Pak Musni langsung mengiyakan ajakan kedua anaknya itu, walaupun sebenarnya ia belum tahu apa yang akan direncanakan. Lalu ia masuk ke dalam kamarnya. Sementara Drowo langsung keluar dari rumah menuju ke garasi, sebentar kemudian dia sudah menghilang dengan bersepeda, ternyata Drowo sudah berjanji dengan kawan-kawannya untuk bermain sepeda bersama-sama pada hari itu. Sedangkan Elika kembali lagi ke ruang belakang untuk melanjutkan menonton film itu.

Setelah kamarnya dibuka Pak Musni bertanya kepada isterinya.

"Tadi anak-anak berbicara tentang bertamasya hari minggu, bagaimana rencananya…?" Tanya Pak Musni belum mengerti.

Ibu Sumarni hanya tersenyum ketika mendengar pertanyaan dari suaminya, kemudian dia berkata.

"Tadi ibu Suci datang berkunjung ke mari, ia mengajak kita untuk bertamasya bersama-sama....!” Jelas ibu Sumarni.

"Ibu Suci dan keluarganya pergi dengan mobilnya sendiri, sementara kita juga pergi dengan mobil sendiri, tetapi tujuan dan tempatnya sama...!” Sambung ibu Sumarni.

"Ke mana rencananya…?" Tanya Pak Musni ingin tahu.

"Pertama-tama kita akan pergi ke Pantai Manohara, kemudian memutarnya ke Taman Kota, setelah itu kita pergi lagi ke Taman Wisata di trenggadeng, di sana kita akan makan siang bersama....!” Jelas ibu Sumarni lebih lanjut.

"Kalau begitu baiklah, saya juga akan ikut ke sana....!" Berkata Pak Musni.

Pada hari minggu pagi, ibu Sumarni sudah sibuk menyiapkan perbekalan bertamasya, nasinya dimasukkan ke dalam termos, lauk pauknya dimasukkan ke dalam rantang, tidak lupa pula ia memasukkan beberapa buah-buahan ke dalam keranjang.

"Elika, ambilkan kue dalam lemari dan bawa kemari…! Pinta ibu Sumarni kepada Elika.

"Iya Bu, " Jawab Elika sambil berlari menuju ke sebuah lemari dan mengambil beberapa kue kemudian membawa ke tempat ibunya.

Ternyata, Elika dan Drowo sudah bersiap sejak dari tadi, tetapi karena mereka tidak tahu apa yang akan dikerjakan, mereka hanya mondar-mandir saja dari ruang dapur ke ruang tamu kemudian keluar ke halaman. Mereka sudah tidak sabar untuk mulai berjalan.

Tidak lama kemudian, ibu Sumarni keluar dari rumahnya sambil menenteng perbekalan, sementara di belakangnya diikuti oleh suaminya yang juga menenteng beberapa plastik persediaan. Mereka berdua langsung menuju ke garasi. Pak Musni mengeluarkan kunci mobil dan membuka pintu garasi mobilnya. Setelah pintu terbuka, ibu Sumarni memasukkan perbekalannya ke dalam garasi. Sebentar kemudian Pak Musni sudah berada di belakang setiur mobil dan menghidupkannya.

Setelah semua persiapannya sudah siap, ibu Sumarni memanggil kedua anaknya untuk segera naik ke dalam mobil. Sementara Sari anaknya yang tertua tidak bisa ikut, karena ada kegiatan ektra kurikuler di sekolahnya. Setelah mengunci pintu rumah, mereka mulai berjalan menyusuri lorong. Di persimpangan jalan, ternyata Ibu Suci dan keluarganya sudah menunggu dengan mobilnya di pinggir jalan.

Setelah saling bertegur sapa, mereka berangkat bersama-sama, Mobil Ibu Sumarmi berjalan di depan diikuti oleh mobil Ibu Suci. Setelah berjalan selama tiga puluh menit, mereka sudah memasuki kawasan Manohara. Setelah memarkirkan mobilnya, mereka langsung menuju ke pinggir pantai.

Sementara drowo dan Erika langsung berlari ke pinggir pantai, diikuti oleh kedua anak ibu Suci, Santi dan Mina. Mereka terlihat akrab dan bersahabat. Tanpa menunggu lebih lama, Drowo langsung menceburkan tubuhnya ke dalam air laut, diikuti oleh Erika, beserta kedua anak ibu Suci.

Mereka asyik bermain air, tertawa, dan bercanda ria, sementara ibu Sumarni serta ibu Suci hanya tersenyum melihat kegembiraan anak-anak mereka.

"Itulah namanya anak-anak, mereka langsung saja menceburkan diri dengan baju yang dipakai, Untung saja ada di bawa pakaian ganti...!” Kata ibu Sumarni melihat ke arah ibu Suci.

"Itu memang sudah menjadi kebiasaan mereka, jadi kita sudah mempersiapkan segalanya....! Kata ibu Suci sambil tersenyum.

Setelah Drowo, Erika, Santi dan Mina puas bermain, mereka berlari mendekat ke tempat ayah dan ibunya. Ternyata di sana sudah ada makanan-makanan ringan. Tanpa menunggu lama, mereka langsung mengambil makanan, kemudian berlari lagi ke dalam air sambil mengunyah makanan.

Dua jam kemudian, mereka berhenti bermain air, ibu Sumarni dan ibu Suci langsung menyuruh mereka untuk mengganti pakaiannya. Setelah berganti pakaian, mereka menuju ke dalam mobil, kemudian melanjutkan perjalanannya menuju ke Taman Kota.

Hanya membutuhkan waktu lima belas menit dari Pantai Manohara, mereka sudah sampai di Taman Kota. Ibu Sumarni, Ibu Suci dan keluarganya sangat menikmati pemandangan indah di Taman Kota. Anak-anak mereka lebih bergembira lagi, mereka langsung berlari ke sana ke mari, dan berkejar-kejaran di atas rumput.

Setelah puas bermain, mereka kembali lagi ke dalam mobil menuju ke tempat selanjutnya yaitu Pantai Wisata di Trienggadeng. Setelah dua puluh menit berlalu, akhirnya mereka sampai di Pantai Wisata. Keluarga Ibu Sumarni memarkirkan mobilnya diikuti oleh keluarga Ibu Suci, Kemudian mereka bersama-sama berjalan menuju ke pondok-pondok kecil berjejer di pinggir pantai sambil membawa perbekalan masing-masing. Sementara anak-anak mereka tidak tau lagi menghilang entah kemana.

Ternyata mereka menyusuri pantai sambil mencari kerang laut. Sesekali mereka terlihat mengejar sesuatu dan berhenti di sebuah lubang, ternyata itu lubang anak kepiting yang lari ketakutan. Anak-anak ternyata iseng saja mengejar-ngejar kepiting, padahal mereka tidak ada niat untuk menangkapnya. Ketika sudah mencapai lubangnya, anak kepiting berdiam diri dalamnya dengan nafas terengah-engah. Baru merasa lega setelah keempat anak tersebut pergi menjauh dari lubangnya.

Mereka berempat kembali ke pondok kecil tempat ayah dan ibu mereka meletakkan makanan. Ternyata rasa lapar yang membuat mereka kembali dengan segera. Ibu Sumarni dan Ibu Suci menyodorkan piring dan membiarkan mereka mengambil lauk sesukanya. Setelah piring masing-masing sudah penuh dengan nasi dan lauk, satu persatu pergi menjauh dari tempat itu menuju ke pinggir pantai dan langsung duduk di atas pasir. Sebentar kemudian mulut mereka sudah mengunyah nasi dan lauk. Tidak ada yang berbicara di saat mereka makan. Hanya dalam beberapa saat saja, piring mereka sudah kosong. Tetapi mereka tidak kembali lagi mengambil makanan lain, karena keempatnya sudah kekenyangan.

“Eh…Itu ada kepiting lagi berlari, kita kejar yok….!” Kata Santi berdiri dan mulai berlari, kemudian diikuti oleh Drowo, Elika dan Mina. Sementara piring dan gelas ditinggalkan begitu saja di atas pasir. Ibu Sumarni pergi ke pinggir pantai dan memungut piring-piring dan gelas-gelas tersebut kemudian membawanya ke pondok kecil tempat duduk mereka. Sementara Drowo, Elika, Santi dan Mina menghilang lagi entah kemana.

Satu jam kemudian, mereka berempat kembali ke pondok kecil tempat duduk orang tuanya. Ibu Sumarni dan Ibu Suci terkejut melihat baju-baju mereka basah dipenuhi oleh pasir. Sehingga terpaksa harus diganti dengan baju yang lain. Ternyata mereka mandi lagi di laut dan berguling-guling di atas pasir. Maka tidak heran bila semua badannya penuh dengan pasir dan basah.

Terlihat keceriaan yang sangat luar biasa diwajah mereka berempat setelah berganti pakaian. Mereka merasa cukup puas bermain. Tidak lama kemudian, terlihat mereka menuju ke mobil masing-masing dan langsung pulang ke tempat tinggalnya. Sementara di rumah, Sari yang sudah duluan sampai ke rumah hanya kebagian rantang kosong, sementara isinya sudah habis semua. Untung Ibu Sumarni ada membeli penganan kecil di pinggir jalan, sehingga Sari sangat senang menerima pemberian dari ibunya.

Komentari Tulisan Ini
Tulisan Lainnya
SALAH DUGA

SALAH DUGA Oleh Eva Sulastri Sagita, M.Pd. Guru Bahasa Indonesia MTs Jeumala Amal   Apakah aku harus menyerah?... Pertanyaan itu juga terlintas dibenakku saat ini. Kata-kata

03/04/2023 13:29 - Oleh Admin MTs DJA - Dilihat 563 kali
Akibat Tidak Membuat Tugas

Oleh: Syauqi, S. Ag. M. Pd Guru Bahasa Inggris di MTs Jeumala Amal Umri adalah seorang anak berusia 11 tahun. Dia pandai bergaul dan murah senyum sehingga disukai kawan-kawannya. Dia

14/11/2022 17:20 - Oleh Admin MTs DJA - Dilihat 1004 kali