• MTSS JEUMALA AMAL
  • Where Tomorrow's Leaders Come Together

SALAH DUGA

SALAH DUGA

Oleh Eva Sulastri Sagita, M.Pd.

Guru Bahasa Indonesia MTs Jeumala Amal

 

Apakah aku harus menyerah?... Pertanyaan itu juga terlintas dibenakku saat ini. Kata-kata pamungkas ini selalu muncul dalam setiap gerak-gerikku sekarang. Aku sudah pernah menyerah waktu ini, tapi untuk saat ini aku tidak akan pernah menyerah lagi.

Menyerah bukanlah pilihan yang tepat dalam hidup ini, karena hidup itu butuh perjuangan. Ya, perjuangan meraih mimpi dan cita-cita. Harapan bercampur asa menjadi satu dalam jiwa dan raga.

Namaku Andrea Callista, perempuan berusia 25 tahun yang saat ini telah menjabat sebagai seorang CEO perusahaan yang bergerak di bidang fashion. Ya, aku telah menjadi seorang pemimpin yang sukses kawan. Bisnis tersebut aku jalankan untuk mewujudkan mimpiku sejak SD yang bercita-cita menjadi seorang desainer yang sukses.

Tadi malam aku terbangun pada pukul 03.00 WIB. Ku kucek mataku, ternyata masih sangat pagi untuk aku bangun sekarang. Kebetulan bulan ini adalah bulan ramadhan, semua umat Islam menjalankan ibadah puasa di bulan ramadahan. Walaupun sedang puasa, tetapi itu bukan menjadi suatu masalah untuk kita beraktivitas di luar rumah. Aku berencana untuk pergi ke suatu tempat, membahas masalah proyekku dengan rekan bisnisku. Karena sudah terlanjur bangun, aku tidak tidur lagi, karena ku takut tak sanggup bangun lagi nanti dan melewatkan santapan sahurku. Saat sahur, aku hanya makan sepotong roti dan segelas teh hangat, karena takut berat badanku naik jikalau aku makan terlalu banyak. Kami berencana berangkat ke kota Banda Aceh pada pukul 06.00 WIB setelah selesai shalat subuh. Perjalanan dari kota asalku yaitu Lueng Putu Pidie Jaya, menghabiskan waktu sekitar 3 jam. 

Perjalanan kami lumayan lancar dan tidak ada kendala apapun di jalan. Sekitar pukul 09.30 WIB, kami sampai di tempat tujuan kami tadi. Ternyata, bahan yang aku bawa untuk transaksi bisnisku lupa aku perbanyak menjadi dua rangkap. Karena takut nanti bahannya diminta, dan tidak ada pertinggal lagi untukku, akhirnya aku mencari tempat fotokopi di sekitar tempat rencana pertemuan kami.

Terlihat seorang bapak-bapak sedang melintas di depanku. Aku memanggil bapak tersebut dan menanyakan dimana ada tempat fotokopi di sekitar sini. Bapak itu menjawab bahwa banyak tempat fotokopi di sekitar tempat itu. Bapak itu juga sepertinya orang yang baik dan ramah. Dia mengantar dan menunjukkan lokasi tempat fotokopi dan ternyata ada di belakang gedung tersebut, dan tepat di samping kantin tempat itu. Aku berterimakasih kepada bapak itu karena sudah mau membantuku menunjukkan lokasi tempat fotokopi.

Aku sudah pernah beberapa kali ketempat itu, tapi perasaanku agak sedikit aneh, karena dulu seingatku tempat fotokopinya ada di samping tempat itu dan berdekatan dengan tempat parkir kendaraan bermotor. Apakah tempat ini sudah direnovasi?... batinku… Ah, mungkin iya karena sudah lama aku tidak berkunjung ke tempat itu.

Hujan sudah mulai turun riktik-rintik ketika aku masih berada di tempat itu. Aku melihat jam tanganku yang menunjukkan sudah pukul 10.50 WIB. Aku berdiri di pinggir toko fotokopi itu dengan perasaan was-was, waktu yang sudah kami sepakati akan segera tiba yaitu pukul 11.00 WIB. Aku masih saja mengantri di tempat fotokopi, menunggu giliran jatah bahanku untuk dikopi.

Sesudah bahan punya orang lain yang sudah duluan antri selesai dikopi, tibalah giliran bahan milikku yang dikopi. Tempat fotokopi itu sudah sedikit lusuh, mungkin sudah puluhan tahun kios fotokopi itu berkiprah sebagai tempat fotokopi tempat-tempat pertemuan penting di sekitar situ.

Akhirnya, selesailah bahan milikku difotokopi. Aku sedikit merasa gundah kalau aku akan telat berjumpa dengan rekan bisnisku. Ku ambil langkah seribu dan terus berjalan menyusuri tempat itu untuk segera masuk ke dalam dan bertemu dengan beliau.

Tepat di depan pintu masuk, pintunya langsung terbuka secara otomatis. Di dalam hati ku berkata, apakah gedung ini sudah di renov ya, sepertinya sudah lebih canggih dari yang dulu. Biasanya kalau aku ke tempat itu yang ku temui di depan pintu adalah Pak Satpam yang menjaga tempat tersebut. Tapi di gedung ini satpamnya berada di ruangan terpisah, yaitu di depan gerbang, tepatnya di pos satpam, dan pintunya kita buka secara manual. Sampai situ aku masih tidak terpikir kalau aku telah salah tempat.

                                                                                                                                                                Pidie Jaya,

                                                                                                                                                                Sabtu, 1 April 2023

 

                                                                                                                                               

 

                                                                                                                               

Komentari Tulisan Ini
Tulisan Lainnya
PERGI BERTAMASYA

  PERGI BERTAMASYA Karya Zalfa Maulannisa’ Murid Kelas VIII-F MTsS Jeumala Amal Suara riuh selalu terdengar dari sebuah rumah sederhana di pinggir jalan. Itu adalah suara

02/03/2023 12:17 - Oleh Admin MTs DJA - Dilihat 917 kali
Akibat Tidak Membuat Tugas

Oleh: Syauqi, S. Ag. M. Pd Guru Bahasa Inggris di MTs Jeumala Amal Umri adalah seorang anak berusia 11 tahun. Dia pandai bergaul dan murah senyum sehingga disukai kawan-kawannya. Dia

14/11/2022 17:20 - Oleh Admin MTs DJA - Dilihat 1165 kali